Bagaimana
kita bisa menjadi cantik, bahagia dan memancarkan cahaya tentusaja diperlukan
keteguhan, keyakinan dan implementasi total dengan tulus ikhlas hanya berharap
ridho Allah SWT :
1. RENDAH HATI
Kerendahan hati mampu mengangkat derajat kita. Yang membedakan kemuliaan
manusia dengan manusia lain di mata Allah adalah pada ketaqwaannya pada
akhlaqnya. Wanita yang memegang teguh kecintaan pada Rabb akan selalu
mengingat’Nya di setiap gerak langkahnya. Sehingga buah dari pikirannya,
perkataannya dan perbuatannya menghasilkan kebaikan bagi diri, sesama dan
lingkungannya. Cahaya Ilahi akan menerangi kegelapan hati jika kita senantiasa
membersihkan jiwa. Dengan berendah hati pada makhluk ciptaan Allah SWT dan
berendah diri serendah rendahnya kepada Allah SWT akan senantiasa mengingatkan
kebesaran’Nya sehingga tidak aka nada kesombongan, ketamakan, keangkuhan dan
segala yang negative akan selalu diganti dengan hal-hal yang positif.
Firman Allah:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS AL Hujuurat : 13)
2. TENANG
Baik dan buruk hanya pada sudut pandang manusia. Banyak wanita yang berkeluh
kesah karena wajahnya tidak cantik, badannya kurang indah, kehidupannya kurang
beruntung dsb. Tidakkan kita pernah berpikir bahwa tidak ada ciptaannya yang
sia-sia. Allah telah menganugrahkan segala bakat, potensi dan kelebihan pada
setiap manusia. Manusia tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi
satu ovum.. Sebuah fenomena yang tidak bisa kita ingkari bahwa sebenarnya kita
telah sukses dari awal diciptakan oleh Allah SWT. Berprasangka baik kepada
Allah terhadap segala hal. Bahkan kondisi yang terburuk sekalipun yakinlah
bahwa Allah memiliki tujuan yang baik. Manusia wajib berikhtiar karena jika
kita menginginkan akibat yang baik tentu saja kita harus membuat sebab yang
baik pula. Sikap yang tenang akan melahirkan sikap yang baik pula. Seorang
wanita yang bahagia akan selalu berwudhu, menunaikan sholat, membaca Al Qur’an
agar dirinya selalu tenang.
Firman Allah:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram.” (QS Ar Ra’d : 28)
3. BERWIBAWA
DAN FEMININ
Wanita yang anggun, penuh pesona dengan pancaran keimanan dalam hatinya akan
menarik begitu banyak keberkahan dalam kehidupannya. Perilakunya penuh cinta
dalam pandangan matanya yang selalu terjaga. Bibir yang tersenyum manis dan
kejujuranlah yang dikatakannya. Senantiasa menyambung silaturahmi dan memberi
maaf pada orang lain yang menyakitinyta. Menghargai diri dan menghargai orang
lain dengan berbusana muslimah. Harga diri seseorang dapat dilihat dari
bagaimana dia berkata-kata yang baik dan santun, bagaimana dia berbusana dan
bagaimana dia memuliakan sesama. Menegur dengan kelembutan, menyuruh dengan
kelembutan, melarang dengan kelembutan dan menolak dengan kelembutan.
Firman Allah:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,
atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau
putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan
mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka
memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung. (QS An Nur : 31)
Firman Allah:
“Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka).
Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu
lebih baik bagi mereka." (QS Muhammad : 21)
4. BERSIKAP MULIA
Wanita yang berbahagia akan selalu bersikap mulia dalam kondisi apapun,
dimanapun dia berada dan dengan siapapun dia bergaul. Senantiasa menepati
janji, dapat dipercaya, pemurah, sabar, terbuka dengan perubahan yang bersifat
positif, memberikan inspirasi bagi keluarga dan lingkungan dimana dia berada
dan istiqomah.
Wanita yang mulia lebih senang menyibukkan diri dengan aibnya sendiri,
senatiasa memperbaiki kekurangannya dan memperbaikinya menjadi lebih baik
sehingga menjadi benar dan baik mengikuti fitrah Allah SWT pada jalan yang
lurus.
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta
pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS Al Fatihah : 5-6)
5. BERPERILAKU MULIA
Wanita yang berperilaku mulia merupakan wujud kepatuhan terhadap Rabb’Nya.
Ketaatan ibadah merupakan bukti syukur akan segala nikmat dan karunia’Nya.
Kesetiaannya lahir dan batin pada pasangan jiwanya demi kecintaan’Nya pada
Allah yang dicintainya. Menjaga kesehatan lahir batin. Mengkonsumsi makanan
yang sehat, halal dan toyib, menjaga kebugaran dengan selalu berolah raga,
senyum yang tulus, senantiasa berbuat kebaikan tak putus putus dapat memberikan
kesehatan jasmani dan rohani. Allah menyukai keindahan dan keindahan yang harus
ditampilkan seorang wanita yang mulia adalah keindahan yang terjaga dalam
penampilan diri yang rapi, sehat, harum dan tujuan yang benar. Bukan pada apa
yang dikenakan, bukan pada kemewahan yang ditampilkan justru pada kesederhanaan
yang memancarkan nilai luhurnya. Kearifan budi dimana dapat meletakkan dirinya
menjadi panutan bagi orang-orang disekitarnya. Mampu mewujudkan
perbuatan-perbuatan yang mengajak pada kebaikan sesuai dengan tuntunan agama
ikhlas semata-mata karena Allah SWT.
Firman Allah:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS Al’ Ashr 1-3)
6. BERPIKIR POSITIF
Optimis, bersyukur, berorientasi masa depan, mengisi waktu dengan hal-hal yang
bermanfaat, membaca buku, membaca Al Qur’an n Al Hadist dan menghadiri Majlis
taklim. Senantiasa berusaha menjadi istri yang taat dan ibu yang bijak bagi
buah hatinya.
Firman Allah:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS
Ibrahim:7)
Sahabat muslimahku, Rasulullah bersabda, "Dunia adalah perhiasan dn
sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholeha.” (HR Muslim). Bukankan kita
semua ingin menjadi bagian dari perhiasan yang indah tersebut. Menjadi
kebanggan orang tua kita, suami kita, anak-anak kita, saudara kita dan juga
sahabat kita. Memulai dari diri sendiri dan kita dapat memulainya dari yang
terkecil. Jangan pernah menunda untuk berbuat kebaikan. Dalam ikhtiar yang
tulus Allah akan bersama kita mewujudkan segala niat baik. Menjadi bidadari
yang memberikan sinar cinta, mampu memberikan berkah pada sesama dalam hati
yang bersih dan memancarkan cahaya Ilahi.
Amin ya Rabbal’alamiin.
⌣»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̥̈̊ SYAIR UNTUK SAHABAT MUSLIMAH ✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Duhai akhwat,
Tanamkan dihatimu bahwa kecantikan wajahmu bukan modal utama,
Beningkan hatimu,
Mahkota diri ada dlm akhlaq yang mulia,
Keimanan kepada Allah adalah cahaya hidup,
Senantiasa menghidupkan Allah dalam jiwa,
Membahana dalam sanubari,
Meluap dari setiap ucapan,
Tercermin dalam perilaku,
Itulah kecantikan sejati,
Subhanallah...
Barakallohu fikum
Waalaykumsalam wr wb